User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Mengontrol uang kita itu bisa dibilang gampang-gampang susah, kebanyakan orang meng-gampang-kan dan akibatnya susah dikemudian hari. Mengontrol pengeluaran itu lebih sulit dari pada mengontrol pemasukan, tapi mendapatkan pemasukan itu lebih sulit dibanding menghabiskannya. Oleh karena itu, yang menjadi fokus utama dalam perencanaan keuangan adalah CashFlow Management, atau bahasa umumnya adalah pengaturan uang masuk dan uang keluar. Beberapa orang mungkin bilang bahwa gampang koq CashFlow Management itu, kita tinggal batasin aja pengeluaran kita, kita harus hidup irit, tidak sembarangan membeli barang, dll. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang kesulitan untuk menjalankannya. Mengapa demikian? Terkadang banyak sekali pengeluaran tak terduga diluar kontrol kita yang datang tiba-tiba, tanpa perencanaan keuangan yang baik pengeluaran tak terduga itu bisa mengganggu rencana kita untuk membatasi pengeluaran kita.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Banyak sekali orang yang terlanjur salah paham dengan pengertian kaya. Apakah itu kaya? Apakah dengan memiliki banyak rumah dan banyak mobil, dapat diartikan kaya? Apakah dengan memiliki uang milyaran rupiah tersimpan di Bank dapat juga diartikan kaya? Mungkin saja! Seseorang yang memiliki semua hal yang disebutkan itu bisa dikatakan kaya, kalau tolak ukur yang dipakai adalah besarnya aset yang dimiliki. Akan tetapi jika dicermati dengan baik bahwa jika sebagian aset tersebut dimiliki dengan cara berhutang, apakah sesorang yang memiliki banyak aset tersebut bisa dikatakan kaya? Jawabannya adalah belum tentu! Apalagi jika ternyata hutang orang tersebut melebihi jumlah aset yang dimilikinya, maka orang tersebut tidak bisa lagi disebut kaya. Kekayaan bersih atau kekayaan yang sebenarnya adalah selisih antara total aset dikurangi total hutang. Misalkan total aset seseorang adalah Rp. 5 Milyar, dan total hutangnya adalah Rp. 3 Milyar, maka kekayaan bersihnya hanya sebesar Rp. 2 Milyar. Jumlah ini adalah kekayaan sebenarnya yang dimiliki oleh seseorang.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Dalam keseharian hidup kita, terkadang sulit sekali untuk berkata tidak pada hal-hal yang bersifat konsumtif. Hal tersebut mungkin disebabkan karena kita sulit menolak pada hal-hal yang sifatnya menyenangkan dan dapat memuaskan hasrat kita. Keinginan manusia terkadang jauh melampaui kebutuhannya. Sebagai contoh, keinginan untuk memiliki sebuah mobil dengan merek tertentu jauh melampaui kebutuhan sebuah fungsi mobil itu sendiri. Banyak kasus nyata yang sehari-hari terjadi dimana orang membandingkan mobil merek tertentu mempunyai kelas yang lebih tinggi dibandingkan mobil merek lainnya. Bahkan beberapa orang harus rela merogoh koceknya lebih dalam untuk membeli mobil yang bukan mobil “sejuta umat”, semata-mata hanya untuk menjaga gengsinya.

Page 3 of 6

Login Form