Tips Efektif dalam Mengambil Kredit Rumah (KPR)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

KPR atau Kredit Pemilikan Rumah adalah salah satu jenis Consumer Loan. Karaketristik utama dari KPR adalah menggunakan bunga efektif untuk menghitung cicilan bulanan yang harus dibayar oleh konsumen. Oleh karena karaketristik bunga efektif tersebut maka KPR dikategorikan sebagai hutang dengan bunga cukup rendah. Salah satu karakteristik lain dari KPR adalah angsuran bulanan yang dibayar oleh konsumen terdiri atas dua bagian yaitu: Angsuran Pokok dan Angsuran Bunga. Sehingga dirumuskan : Angsuran Bulanan = Angsuran Pokok + Angsuran Bunga.

Angsuran bulanan dihitung dengan menggunakan konsep Time Value of Money dengan bunga efektif sebagai parameternya. Setelah didapat nilai angsuran bulanan tersebut, maka angsuran pokok dapat dihitung dengan cara mengurangi angsuran bulanan dengan angsuran bunga. Angsuran bunga didapat dengan cara mengalikan bunga pinjaman dengan nilai Pinjaman Awal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada  contoh perhitungan berikut ini :

  Periode (n) 120 (10 Tahun)   Jumlah Pinjaman 420,000,000
  Bunga 0,75% (per tahun)   Angsuran 5,320,382
             
Bulan Pinjaman Awal Angsuran Bunga Angsuran Pokok Saldo Pinjaman Akhir  
1 420,000,000 5,320,382 3,150,000 2,170,382 417,829,618  
2 417,829,618 5,320,382 3,133,722 2,186,660 415,642,957  
3 415,642,957 5,320,382 3,117,322 2,203,060 413,439,897  
dst            

Pada bulan 1, Bunga didapat dari : 0,75% x 420,000,000 = 3,150,000.

Maka angsuran pokok didapat dari : 5,320,382 – 3,150,000 = 2,170,382.

Saldo Pinjaman Akhir bulan 1 akan menjadi : 420,000,000 – 2,170,382 = 417,829,618

Perhatikan pada bulan 2, Pinjaman Awal akan berkurang menjadi  417,829,618 (berasal dari saldo pinjaman akhir bulan 1). Hal tersebut akan menyebabkan perhitungan bunga pada bulan 2 akan berubah dan menjadi lebih kecil, yaitu : 0,75% x 417,829,618 = 3,133,722. Angsuran Bunga yang semakin kecil tersebut akan menyebabkan porsi Angsuran Pokok akan semakin besar tiap bulannya.

Dari proses tersebut dapat disimpulkan bahwa pada bulan-bulan atau tahun-tahun awal masa pembayaran KPR, kita terpaksa membayar proporsi Bunga yang lebih besar dibanding Angsuran Pokoknya. Dalam hal ini pihak bank lebih untung karena jatah pembayaran bunga akan lebih besar. Bagaimana cara terbaik kita menyikapi hal tersebut? Kita bisa menyikapi hal tersebut dengan cara melunasi sebagian hutang kita pada peridode tertentu. Misalkan pada tahun ke-5 kita ada uang lebih Rp. 100 Juta, maka lunasilah sebagian KPR kita dengan uang tersebut. Hal itu akan menyebabkan saldo pinjaman kita menjadi lebih rendah dan akibatnya Angsuran Bunga akan menjadi lebih kecil. Bunga yang harus kita setor ke bank akan menjadi lebih sedikit dan waktu pelunasan KPR kita akan menjadi semakin cepat.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengambil KPR, tanyakan dulu kepada pihak bank mengenai fasilitas pelunasan KPR sebagian. Ambil KPR yang ada fasilitas pelunasan sebagian tersebut, lalu lunasi sebagian jika ada bonus/rejeki berlebih agar KPR kita dapat lebih cepat selesai dan bunga menjadi jauh lebih rendah. Ambil jangka waktu KPR sesuai dengan kemampuan kita membayar cicilan hutang bulanannya. Ingat, total hutang bulanan kita jangan melebihi 1/3 pendapatan bulanan kita. Jangan juga takut untuk mengambil KPR karena takut kita meninggal dan rumah akan disita karena tidak bisa lagi membayar KPR. Semua KPR sekarang otomatis dilengkapi dengan asuransi jiwa bagi orang yang mengambil KPR. Jika yang mengambil KPR meninggal dunia, maka hutang KPR akan dilunasi dan ahli waris yang ditinggalkan tidak perlu khawatir kehilangan rumah yang dibeli dengan KPR tersebut

BACA JUGA:

Cara Mengatasi Defisit Keuangan dengan Hutang

Tips Menggunakan Kartu Kredit dengan Bijak

Mau Tau Bedanya Bunga Efektif dan Bunga Flat?

Login Form