Cara Mudah Menumbuhkan Uang Kita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Banyak sekali orang yang tidak sadar akan potensi uang yang mereka miliki. Uang yang kita parkir di suatu instrumen keuangan akan menentukan pertumbuhannya. Uang itu seperti tanaman, jika tempat dia tumbuh adalah tanah yang subur dan banyak sumber air maka dia akan tumbuh dengan cepat. Sebaliknya jika dia tumbuh di tempat yang gersang atau tandus, maka dia akan tumbuh dengan lambat.

Coba kita amati dengan seksama berapa banyak orang yang masih memarkirkan uang mereka pada instrumen keuangan yang salah. Banyak sekali orang fokus dan intensif memarkirkan uang mereka di tabungan atau deposito dengan berharap suatu saat nanti dapat menikmati hasil jerih payah kerja mereka selama bertahun-tahun. Mereka mungkin dapat meraih nominal tertentu sebagai target dana yang mereka inginkan di masa depan, tapi mereka harus menyisihkan lebih banyak uang mereka untuk sekedar ditabung atau di parkir dalam bentuk deposito.

Ada yang bilang bahwa mengatur keuangan pribadi itu berbeda dengan mengatur keuangan suatu perusahaan. Padahal faktanya adalah banyak persamaan antara mengatur keuangan pribadi dan perusahaan. Pertanyaannya adalah, apa sih yang diatur? Uang. Karena sama-sama mengatur uang, maka perlakuan terhadap uang itu pun pastilah sama.

Kita ambil contoh sebuah bank. Bank itu punya bagian yang mengatur uang agar bertumbuh dengan cepat, yaitu bagian treasury. Ada juga yang mengatur agar pendapatan bank semakin meningkat yaitu bagian bisnis, dan ada juga yang kerjanya mengatur agar bank mampu bertahan dari risiko-risiko tertentu yang melekat pada kegiatannya. Bagian treasury pasti fokus pada usaha untuk menempatkan dana yang diparkir di bank pada instrumen investasi yang menghasilkan return yang tinggi, sehingga dapat menambah profit bagi bank. Tentunya dengan teknik diversifikasi yang bagus agar risiko yang melekat padanya bisa diatasi. Lalu bagian yang mengatur risiko pastilah fokus pada mengendalikan risiko yang dapat memberikan kerugian besar bagi bank. Tentunya untuk risiko tertentu dengan dampak tinggi bisa dialihkan risikonya dengan cara asuransi. Asuransi seperti apa sih yang dicari oleh pihak bank? Tentu saja asuransi dengan biaya rendah tapi yang dapat mengcover kemungkinan kerugian yang dihadapi oleh bank jika terjadi peristiwa yang tidak diharapkan.

Kenapa bank tersebut memilih asuransi dengan biaya rendah tersebut? Tentu saja agar keuntungan bank tidak akan banyak tergerus dengan membayar premi asuransi yang mahal. Itulah prinsip suatu perusahaan, menekan biaya serendah-rendahnya guna meraih untung yang sebesar-besarnya. Lantas apakah kita sebagai individu bisa disamakan dengan sebuah perusahaan? Tentu saja bisa, dan tentu saja harus bisa. Kita sebagai individu harus bisa membagi fungsi kita sebagai treasury, bisnis, dan bagian mengatur risiko. Semua fungsi yang berhubungan dengan treasury harus fokus di treasury. Artinya semua hal yang berhubungan dengan penempatan uang kita pada instrumen investasi, harus fokus pada investasi. Fokus untuk menumbuhkan uang kita dalam return yang setinggi-tingginya guna meraih target yang kita inginkan..

Sementara bagian mengatur risiko, tentu saja harus fokus pada mengatur risiko saja. Jangan mencampur aduk antara fungsi mengatur risiko dengan fungsi treasury. Fokus untuk mengatur risiko dengan biaya rendah tapi dapat mengcover risiko yang melekat pada diri kita. Fokus pada asuransi yang memberikan manfaat asuransi, bukan manfaat asuransi plus investasi. Karena kita seperti perusahaan, harus bisa menekan biaya serendah mungkin untuk menghasilkan profit setinggi mungkin. Dengan biaya asuransi yang kita tekan serendah mungkin, maka uang kita dapat kita fokuskan untuk ditumbuhkan setinggi mungkin..

Oleh karena itu jangan terjebak dengan pola pikir bahwa kita akan rugi jika beli asuransi tradisional yang jika tidak terjadi sesuatu, maka premi yang sudah dibayarkan akan hangus. Kita bayar premi dengan biaya murah itu bukan untuk mengharapkan uang kembali atau berharap peristiwa buruk terjadi pada kita. Tapi kita membeli asuransi itu murni untuk proteksi dan bagian dari mengatur risiko. Premi yang murah dan proteksi yang tinggi itulah yang sejatinya menjadi definisi asuransi.

BACA JUGA:

Cara Mudah Menabung Dengan Reksadana

Apa Itu Perencanaan Keuangan Pribadi?

Perencanaan Keuangan Pribadi atau Beli Unit Link?

Login Form