Hati-hati Menggunakan Istilah "Bermain Saham"

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Mungkin banyak diantara kita, kebanyakan yang masih awam, sering mendengar istilah tersebut? Atau mungkin juga banyak diantara kita yang merasa takut untuk investasi di saham karena identik dengan judi? Pastilah juga kita, orang-orang awam, takut merasa dosa karena stigma dari judi apabila terjun/investasi di saham? Memang tidak ada yang salah dengan konsep dari bermain saham. Tapi itu semua bergantung pada cara pandang kita, apakah kita hanya mau bermain-main (istilahnya spekulasi) atau melihat saham itu sebagai investasi jangka panjang? Itu semua tentu saja bergantung pada Anda. Dibawah ini saya akan mencoba menjabarkan konsep dari main saham atau berinvestasi saham dari kacamata awam.

Seperti yang telah saya sebutkan diatas bahwa ungkapan tersebut biasanya dikemukakan bagi orang yang terlibat atau berkecimpung di pasar modal.  Ungkapan yang sebenarnya menurut saya sangat salah kaprah. Pasar modal atau yang biasa dihubungkan dengan saham, adalah sebuah dunia yang serius dan butuh pengetahuan yang sangat dalam. Oleh karena itu ungkapan main saham menjadi sebuah ungkapan yang tidak tepat. Banyak para pengamat keuangan yang membagi dua tipe utama pelaku pasar modal, yaitu investor dan spekulan.

Pengertian seorang investor adalah seorang yang membeli saham atas dasar potensi bisnis perusahaan yang dibelinya dengan asumsi pertumbuhan untuk jangka panjang. Sedangkan seorang spekulan adalah seorang yang membeli saham hari ini di harga tertentu, kemudian menjualnya kembali dalam waktu dekat dengan asumsi harga naik dan keuntungan akan didapat. Kedua hal itulah yang membedakan untuk terjun ke dunia saham. Tapi keduanya tentu saja tetap dibutuhkan pengetahuan yang mendalam. Bahkan seorang spekulan pun butuh pengetahuan dan analisis yang kuat untuk menebak kapan waktu yang tepat untuk membeli dan menjual saham. Jadi pasar modal bukanlah sebuah permainan, dan ungkapan main saham itu harus benar-benar dihilangkan bagi yang berminat terjun di dunia pasar modal.

Telah disebutkan sekilas bahwa ada dua tipe utama pemain pasar modal, yaitu tipe investor dan tipe spekulan. Keduanya sama-sama membeli dan menjual saham tertentu akan tetapi berbeda teknik dan analisis dalam menentukan pembelian dan penjualan saham. Periode waktu antara saat membeli dan menjual sahamnya juga menjadi faktor pembeda antara dua tipe pemain pasar modal itu. Kalau seorang investor membeli saham hari ini dan menjualnya kembali dalam rentang waktu yang lama, sementara seorang spekulan membeli saham hari ini dan menjualnya kembali dalam waktu singkat.

Seorang investor membeli saham berdasarkan pada potensi bisnis perusahaan yang dibelinya. Pertumbuhan bisnis perusahaan selama beberapa tahun kedepan akan diprediksi berdasarkan teknik analisis yang bersifat fundamental. Hal tersebut adalah faktor penentu utama yang membedakan seorang investor dengan seorang spekulan. Seorang investor yang baik tidak akan terpengaruh pada pergerakan harga saham harian seperti yang dilakukan para spekulan. Bahkan seorang investor sejati akan membeli saham yang dipilihnya pada hari ini kemudian melupakan pasar saham. Dia akan mematikan semua instrumen pasar modal yang dimilikinya dan mengabaikan semua analisis teknikal yang direkomendasikan oleh para analis yang ada di pasar modal.

Bagi seorang investor sejati, semua analisis harian itu tidaklah penting dan tidak akan mempengaruhi penilaiannya terhadap saham yang telah dia pilih. Baginya membeli saham adalah membeli bisnis. Jika bisnis yang dibeli tersebut baik dan berpeluang untuk tumbuh terus dalam jangka waktu panjang, maka seorang investor sejati akan tetap tenang meskipun terjadi fluktuasi harga harian yang cukup tajam. Karena sejatinya kenaikan harga saham secara real hanya akan terjadi pada saat laba atau keuntungan suatu perusahaan telah terjadi, bukan karena pergerakan harga harian.

Sementara seorang spekulan pasar modal, membekali dirinya dengan berbagai analisis teknikal untuk menunjang prediksinya terhadap harga suatu saham secara harian. Sebuah analisis yang bersifat prediktif yang didasari oleh faktor-faktor yang bersifat prediktif juga. Sebuah analisis yang didasari oleh informasi pergerakan harian dari faktor-faktor penentu matematis untuk menebak harga harian suatu saham. Akan tetapi apakah analisis tersebut dapat dengan tepat menebak harga suatu saham esok hari atau suatu hari di masa yang akan datang? Jawabannya adalah tidak. Tidak ada satupun analisis teknikal di dunia ini yang mampu menebak harga saham di masa yang akan datang. Jika ada orang yang mampu menciptakannya maka dia sudah pasti akan kaya raya.

Andaikan memang ada orang yang menciptakan program yang mampu memprediksi harga saham di masa depan, dan program itu sudah terbukti secara luas mampu memprediksi harga saham dengan tepat, maka dapat dipastikan bahwa jutaan investor lain akan mengikuti semua langkah pembelian dan penjualan yang dilakukan oleh penemu program tersebut. Misalkan suatu ketika program tersebut rusak dan tidak dapat digunakan lagi tapi tidak ada orang lain yang mengetahui hal tersebut kecuali sang pembuat program, apakah yang akan terjadi selanjutnya? Sang pembuat program tersebut menebak secara acak tanpa dasar yang jelas bahwa harga saham A besok naik. Ternyata benar harga saham tersebut naik esok hari. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal jelas bahwa sang pembuat program tersebut menebak harga secara acak.

Hal tersebut disebabkan karena murni hukum permintaan dan penawaran. Jutaan investor yakin bahwa saham A akan naik esok hari karena mereka yakin bahwa sang pembuat program tidak pernah salah. Lalu jutaan investor tersebut secara bersamaan membeli saham A tersebut hari ini, dan akibatnya harga saham A akan benar-benar naik esok hari karena adanya jumlah permintaan yang sangat tinggi dari para investor pelaku pasar modal.

Apa yang bisa disimpulkan dari perumpamaan di atas? Bahwa sesungguhnya pergerakan harian harga saham itu adalah murni disebabkan karena hukum permintaan dan penawaran semata. Memang pada kenyataannya tidak ada program apapun yang mampu menebak secara tepat harga saham esok hari, tapi apakah yang akan terjadi jika ada pihak tertentu yang mampu mengendalikan mayoritas analis yang ada di suatu pasar modal? Atau pun ada suatu pihak yang memiliki dana yang sangat besar dan mampu menggerakkan harga suatu saham? Jawabnya adalah harga suatu saham dapat dikendalikan dan diprediksi tepat oleh pihak-pihak tertentu. Jika mayoritas analis merekomendasikan saham A naik harganya esok hari, maka harga saham A tersebut akan benar-benar naik esok hari karena melonjaknya permintaan terhadap saham A tersebut.

Apapun peranan kita dalam dunia pasar modal, apakah kita berperan sebagai investor atau hanya spekulan saja, harus didasari dengan pengetahuan, informasi, dan analisis yang kuat. Kalau tidak, kita hanya akan jadi bulan-bulanan pasar dan tidak ada bedanya dengan berjudi. Ungkapan main pasar harus betul-betul dihilangkan dari pola pikir kita, dan mulai serius mencari informasi dan pengetahuan terkait dunia pasar modal sebelum kita benar-benar terjun didalamnya. Bahkan menurut Warren Buffet, seorang praktisi investasi yang sangat dikenal dunia, menyatakan  bahwa Investment without knowledge is gambling.

Peran yang kita ambil dalam dunia pasar modal harus didasari dengan konsep yang kuat agar kita tidak merugi dan sebaliknya mampu mengambil keuntungan dari dunia pasar modal.  Saham itu sejatinya diciptakan agar semua orang di setiap golongan masyarakat mampu terlibat dan memiliki suatu perusahaan, serta memiliki hak yang sama dengan pemegang saham mayoritas untuk menikmati keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Sekarang, tergantung dari Anda untuk memilih, apakah Anda termasuk tipe spekulan atau investor? Dan apakah tujuan Anda investasi di saham untuk jangka pendek atau jangka panjang? Semua akan kembali ke pribadi dan tujuan keuangan individu tersebut.

BACA JUGA:

Cara Tepat Perhitungan Return Tahunan Investasi

Pengertian Kaya Yang Sebenarnya

Cara Menghitung Berapa "Harga Diri" Kita

Login Form