Tips Praktis Mengendalikan Pengeluaran Kita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Mengontrol uang kita itu bisa dibilang gampang-gampang susah, kebanyakan orang meng-gampang-kan dan akibatnya susah dikemudian hari. Mengontrol pengeluaran itu lebih sulit dari pada mengontrol pemasukan, tapi mendapatkan pemasukan itu lebih sulit dibanding menghabiskannya. Oleh karena itu, yang menjadi fokus utama dalam perencanaan keuangan adalah CashFlow Management, atau bahasa umumnya adalah pengaturan uang masuk dan uang keluar. Beberapa orang mungkin bilang bahwa gampang koq CashFlow Management itu, kita tinggal batasin aja pengeluaran kita, kita harus hidup irit, tidak sembarangan membeli barang, dll. Akan tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang kesulitan untuk menjalankannya. Mengapa demikian? Terkadang banyak sekali pengeluaran tak terduga diluar kontrol kita yang datang tiba-tiba, tanpa perencanaan keuangan yang baik pengeluaran tak terduga itu bisa mengganggu rencana kita untuk membatasi pengeluaran kita.

Pengeluaran bulanan kita terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengeluaran tetap dan pengeluaran variabel/tidak tetap. Pembagian tersebut didasarkan pada keadaan yang sifatnya mewajibkan kita untuk membayar tiap bulan, besarnya tetap dan jika kita lalai membayarnya maka aka nada konsekuensinya. Contohnya adalah pembayaran KPR, Kredit Kendaraan Bermotor, Premi Asuransi, dll. Sementara pengeluaran variabel/tidak tetap adalah pengeluaran yang sifatnya kondisional dan besarnya tidak tetap. Contohnya adalah pengeluaran untuk makan di restoran, pengeluaran untuk ke salon, pengeluaran untuk ke bengkel, dll.

Biasanya kebanyakan orang berusaha menekan pengeluaran tidak tetapnya dengan harapan mampu menyisihkan sisanya untuk menabung atau investasi, akan tetapi kenyataannya adalah banyak yang gagal sehingga harus say goodbye to tabungan dan boro2 mau investasi. Banyak sekali pengeluaran tak terduga yang sering merusak rencana kita untuk mengurangi pengeluaran bulanan kita, misalnya ditengah bulan ada saudara kita meminjam sejumlah uang karena istrinya melahirkan, atau tetangga kita dengan wajah memohon, ingin meminjam uang karena harus membayar cicilan motornya, dll. Kita boleh berjiwa social dan menolong sesama, tapi kita harus kuat dan sehat secara keuangan dulu sebelum mampu menolong sesama. Bukankah kalau di pesawat terbang ada himbauan untuk memakai pelampung untuk diri sendiri dulu baru menolong yang lain? Kalau keuangan keluarga kita masih sakit dan berantakan, benahi dulu dengan perencanaan yang baik, baru bisa menolong orang lain.

Manusia itu terkadang harus dipaksa untuk bisa disiplin. Terkadang juga harus mengalami kejadiannya dulu baru kemudian sadar setelah terlambat. Harus diberi sanksi yang berat baru timbul rasa takut. Oleh karena itu pemaksaan itu perlu diterapkan dalam perencanaan keuangan. Tabungan dan investasi yang tadinya masuk dalam prioritas terakhir, kini harus menjadi prioritas utama. Tabungan menjadi penting karena bisa digunakan untuk dana darurat,sehingga bisa dipakai untuk membiayai pengeluaran tak terduga seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Setelah bisa menabung, selanjutnya adalah investasi. Investasi bisa juga digunakan untuk antisipasi pengeluaran besar di masa depan. Contohnya adalah biaya kuliah yang tinggi yang harus dipenuhi dalam 10 tahun, jika tidak kita cicil dari sekarang, maka jangan heran jika suatu saat kita harus jual aset/harta kita untuk menutupi biaya pendidikan itu.

Cara jitu untuk memaksa untuk menabung dan berinvestasi adalah dengan menjadikan tabungan dan investasi itu sebagai pengeluaran tetap. Pengeluaran yang jika tidak dilakukan tiap bulan maka akan ada konsekuensinya. Konsekuensinya adalah anak anda mungkin tidak dapat kuliah, anda tidak punya dana pensiun yang cukup di hari tua,anda tidak dapat membantu saudara,tetangga, dan orang tua anda, anda tidak dapat mengajak anak-anak anda jalan-jalan keluar negeri,dll. Anda sebagai orang tua akan kehilangan muka dihadapan anak-anak anda jika suatu saat anda tidak bisa menyekolahkan anak anda. Dengan langsung menyisihkan 10 – 30% penghasilan bulanan anda untuk tabungan dan investasi, maka dapat dipastikan anda akan memiliki masa depan yang cerah. Intinya adalah hal tersebut, jika kita tidak mampu menabung dan berinvestasi dengan teratur, jangan berharap banyak kondisi keuangan anda akan berubah.

Gunakan sisa penghasilan anda diluar tabungan dan investasi itu untuk membiayai pengeluaran bulanan anda. Dengan begitu anda terpaksa harus menyesuaikan gaya hidup anda dengan uang tersisia yang dimiliki. Banyak orang mengeluh kesulitan keuangan, tapi masih bisa rutin tiap bulan ke bengkel untuk memoles mobilnya, atau masih bisa dengan santai jalan-jalan keluar kota atau luar negeri tiap bulan. Kita masih bisa untuk memenuhi keinginan konsumtif kita asalkan jatah untuk tabungan dan investasi sudah disisihkan tiap bulannya. Ingatlah bahwa rejeki kita tidak selalu diberikan melimpah setiap bulannya, terkadang kita diberikan sangat sedikit jumlahnya. Oleh karena itu tabungan dan investasi itu disiapkan, agar kita mampu melewati kondisi saat rejeki kita diberikan sedikit oleh Tuhan. Semua dapat terpenuhi dengan perencanaan yang baik.

BACA JUGA:

Apa Itu Perencanaan Keuangan Pribadi?

Mengapa Kita Butuh Perencanaan Keuangan Pribadi?

Cara Mengatasi Defisit Keuangan Dengan Hutang

Login Form