Pengertian Kaya yang Sebenarnya

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Banyak sekali orang yang terlanjur salah paham dengan pengertian kaya. Apakah itu kaya? Apakah dengan memiliki banyak rumah dan banyak mobil, dapat diartikan kaya? Apakah dengan memiliki uang milyaran rupiah tersimpan di Bank dapat juga diartikan kaya? Mungkin saja! Seseorang yang memiliki semua hal yang disebutkan itu bisa dikatakan kaya, kalau tolak ukur yang dipakai adalah besarnya aset yang dimiliki. Akan tetapi jika dicermati dengan baik bahwa jika sebagian aset tersebut dimiliki dengan cara berhutang, apakah sesorang yang memiliki banyak aset tersebut bisa dikatakan kaya? Jawabannya adalah belum tentu! Apalagi jika ternyata hutang orang tersebut melebihi jumlah aset yang dimilikinya, maka orang tersebut tidak bisa lagi disebut kaya. Kekayaan bersih atau kekayaan yang sebenarnya adalah selisih antara total aset dikurangi total hutang. Misalkan total aset seseorang adalah Rp. 5 Milyar, dan total hutangnya adalah Rp. 3 Milyar, maka kekayaan bersihnya hanya sebesar Rp. 2 Milyar. Jumlah ini adalah kekayaan sebenarnya yang dimiliki oleh seseorang.

Banyak juga orang menduga bahwa kaya itu diukur dari besarnya penghasilan seseorang. Hal tersebut jelas terbukti salah. Banyak sekali orang yang memiliki penghasilan fantastis, puluhan bahkan ratusan juta rupiah, tapi masih saja mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan anak-anaknya. Bahkan tidak jarang diantara mereka yang harus menderita pada saat pensiun karena mereka tidak mempunyai modal pensiun yang cukup untuk menjalani hari-hari pensiun mereka. Kekayaan sejati itu tidak diukur dari besarnya penghasilan seseorang, tapi dari seberapa besar yang mampu mereka sisihkan untuk diinvestasikan kembali guna menambah kekayaan bersih mereka. Inilah yang menjadi inti dari perencanaan investasi dan keuangan. Prinsip untuk kaya!

Pada dasarnya ada dua patokan untuk merintis jalan menjadi kaya. Pertama adalah laporan arus kas per periode tertentu, kedua adalah neraca keuangan seseorang per periode tertentu. Kalau neraca menunjukkan posisi kekayaan seseorang, maka laporan arus kas menunjukkan arus kas masuk dan keluar seseorang per periode tertentu. Faktor terpenting adalah posisi keuangan seseorang yang tercermin dalam laporan arus kas. Apakah arus kas masuk melebihi arus kas keluar? Jika arus kas masuk melebihi arus kas keluar, maka aka nada surplus yang bisa digunakan untuk investasi, tabungan, dan asuransi. Surplus inilah yang sulit diraih atau dipertahankan oleh beberapa orang. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak bisa mengendalikan pengeluaran, dan akibatnya surplus menjadi sangat sedikit dan bahkan nol. Kalau tidak ada surplus, maka tidak aka nada dana yang bisa diinvestasikan ataupun ditabung. Tujuan utama menabung dan investasi adalah untuk menghimpun lebih banyak lagi aset dimasa depan dan untuk keperluan lainnya.

Bagaimana cara terbaik mengendalikan pengeluaran kita agar surplus bisa terjaga? Cara termudah adalah dengan langsung menyisihkan pendapatan bulanan kita dan menempatkannya pada rekening khusus investasi atau tabungan, lalu menggunakan sisanya untuk jatah pengeluaran bulanan kita. Dengan begitu pengeluaranlah yang akan menyesuaikan dengan jatah investasi, sehingga pengeluaran akan lebih terkendali.

Jika surplus untuk investasi telah diraih dan dipertahankan secara rutin, maka langkah selanjutnya cukup mudah, pergunakanlah surplus tersebut untuk diinvestasikan pada instrumen investasi yang sesuai dan memberikan imbal hasil yang besar. Dengan investasi rutin dan bertahap diharapkan suatu saat akan menjadi besar dan dapat digunakan untuk membeli aset produktif. Yaitu aset yang dapat menghasilkan pendapatan pasif bagi kita. Akumulasi surplus investasi ini terus dilakukan secara rutin agar kita mampu menambah lagi aset-aset produktif yang lainnya. Aset-aset produktif itu bisa berupa ruko, apartemen, rumah, atau rumah kost. Apapun bentuknya, yang penting dapat menghasilkan pendapatan pasif yang suatu saat dapat membiayai pengeluaran kita sehari-hari tanpa harus bekerja lagi. Inilah yang disebut dengan kebebasan finansial. Kekayaan sejati yang didapat dengan usaha keras mengumpulkan aset produktif. Kita tidak perlu lagi bekerja demi uang, tapi uang yang bekerja untuk kita!

BACA JUGA:

Tips Praktis Mengendalikan Pengeluaran Kita

Sadari Bahaya Inflasi Sedari Dini

Asuransi Sebagai Cara Mengelola Risiko

Login Form